Posted by: roup21 | December 12, 2008

Berhati-hati dalam memilih lowongan kerja

Kepada Semua para pencari kerja, Kami ingatkan untuk berhati-hati dan tidak melayani Iklan Lowongan Kerja dari Bandar-Bandar Forex & Index Anggota BBJ dan KBI, Apalagi yang ilegal tanpa izin, Asuransi, marketing dsb-nya.
Modus Oprandi:
- Pura-pura membuka lowongan kerja, memasang iklan lowongan di berbagai media elektronik (Milis, Website, dll) dan media cetak (kompas, poskota, dll).
- Tidak mencantum Nama perusahaan atau hanya singkatan
- Tidak mencantum alamat jelas (email tempoarary: yahoo, hotmail, gmail, dll)
- Tidak menggunakan email permanen, hanya email temporary: yahoo, homatil, postmaster.co.uk, gmail, dll
- Tidak Menyatakan dg jelas bidang usaha, misalnya: Global International Finance, SYSTEM INFORMASI PEREKONOMIAN DUNIA, WIRAUSAHA, ANALISA EKONOMI, Internasional, dll.
- Tidak menyebutkan posisi apa, terkadang hanya: Consultan financial, Management Traine, Marketing executive, Business Consultan, dll.
- Menjanjikan pendapatan/Salary (Gaji, Bonus, dll) yang tinggi: >5 jt, dalam USD, dll.
- Memberi training singkat (on the job training)
- Berlokasi di tempat-tempat strategis: SCBD, Gedung BEJ, Jl. Sudirman, Tamrin, Kuningan, dll.
- Persyaratan hanya sederhana: minimal 23 tahun, bisa komputer, bersedia training, baru lulus & belum sarjana, pria, wanita, dll.
- Tidak menyebutkan kemungkinan Resiko atau kerugian yang begitu besar trading forex & index.
- Job Type Full Time, Part Time, Permanent, Freelance

Pihak Otoritas (Bappebti, BBJ dan KBI) tidak mampu mengawasi dan mengatur kegiatan para Bandar, Karena itu harap para pencari kerja menjaga diri sendiri.

Contoh:
- Macam lowongan: FINANCE MANAGER, RISK MANAGEMENT OFFICER , Treasury Management Trainee, Analys, Trader, Account Execotive, Business Consultan, ENTREPRENEUR MANAGEMENT TRAINEE, dll.
- Perusahaan: We are one of the TOP class Financial company in Indonesia,
We are one of the fast growing financial service companies in Indonesia, etc.
- Kriteria:
• Live in Jakarta (Indonesia) or Live in Jabodetabek area
• Male/Female, min 20 or 18 years old
• Minimum D3/S1 any discipline 0r Min. Diploma graduated from reputable university local/overseas (any major)
• Fresh graduates are welcome
• Fluent in English (min. passive)
• Good communication skill
• Experience is unnecessary as on job training provided
• Able to start immediately
• Excellent selling and communication skills
• Computer literate
• Wide Board Relationship
• Interested in Finance
• Love challenges and having high level of self motivation
• Able to work immediately
- Benefit:
• Great and Overseas career opportunities
• Friendly and fun working environment
• 1st class working environment
• Free training and guidance provided or In house training and the job training by Overseas Consultant.
• Advancement to MANAGERIAL POSITION.
• Sponsorship to get professional license from Bappepti
• Income basic in US Dollars
• Overseas Trip for every year end

Untuk Efisiensi dan efektifitas bagi para pencari kerja, perlu kami sampaikan tips-tips sbb:

BAGI PENCARI KERJA:
- Lihat Subyect-nya apakah sudah sesuai, bila tidak maka langsung DElETE
- Lihat Pengirimnya, apakah menggunakan email permanen (hindari email temporary: yahoo, hotmail, gmail, postmaster.co.uk, dll), mencatum Diskripsi perusahaan/HRD Konsultan, Mencantumkan Alamat Bila TIDAK maka langsung Abaaikan (DELETE).
- Bila mencantumkan identitas hanya alamat & no Telepon, maka cobalah untuk menanyakan via telp lebih dulu sebelum menyampaiakn lamaran kerja
- Bila mencantumkan identitas hanya alamat, maka coba cari no telp-nya ke 108 dengan menyebutkan nama perusahaan dan alamat yang dimaksud, tanyakan kebenaran lowongan kerja tersebut.
- Jangan terlalu banyak mengirim lamaran ke perusahaan/lowongan yang tidak jelas, sebab akan ada panggilan sewaktu-waktu (kita sudah lupa) dari Bandar forex yang sengaja menyimpam dulu file kita beberapa waktu sebelum itu.

Posted by: roup21 | November 20, 2008

Tips Menghadapi Ujian/Tes seleksi kerja

Mengerjakan tes atau ujian merupakan aktivitas yang sangat dekat dengan kita, baik ketika sekolah, memasuki dunia kerja, atau bahkan ketika akan dipromosikan dalam karir. Mengerjakan tes atau ujian terkadang bukan hanya masalah kita menghapal materi kemudian mengerjakan soal. Sesungguhnya ketika kita mengerjakan soal tes atau ujian terjadi banyak proses yang terkait bukan hanya pada saat kita mengerjakan tes, akan tetapi juga bagimanakah persiapan kita sebelumnya, reaksi emosional, serta fisik yang bercampur menjadi satu. Dalam mengerjakan soal tentunya tidaklah cukup mengAndalkan hapalan yang kita miliki dalam menjawab soal, akan tetapi lebih dari itu, bagaimana persiapan kita, strategi yang kita pilih untuk menyelesaikan soal menjadi kunci sukses tidaknya kita mengerjakan tes atau ujian.

A. Pendahuluan

Dalam Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) pada perguruan tinggi negeri, tidak jarang kita mendengar terdapat orang-orang pintar yang tidak lulus. Dalam tulisan ini Anda akan diajak untuk melihat berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan mengerjakan suatu tes atau ujian. Kemudian dalam tulisan ini Anda akan mendapatkan berbagai hal yang harus dipersiapkan dalam menghadapi ujian, baik persiapan secara fisik, maupun secara mental. Anda juga akan diajak untuk lebih mengenali karakteristik dari soal-soal tes atau ujian. Dan terakhir Anda akan diberikan strategi praktis menjawab soal secara efesien dan efektif.

B.Persiapan Mental

Mengerjakan sebuah ujian atau tes bukanlah hanya masalah apakah kita menguasai pokok materi atau tidak. Seringkali kita mendapati anak yang cerdas tetapi sering mendapatkan nilai yang rendah pada ujian atau tes. Hal ini mungkin saja terjadi karena mengerjakan saol ujian atau tes menuntut proses mental yang dipengaruhi berbagai faktor. Karena faktor mental menjadi dominan pada waktu kita mengerjakan tes atau ujian maka faktor mental ini juga mempunyai pengaruh yang besar dalam menyumbangkan keberhasilan mengerjakan tes atau ujian. Faktor mental yang dimaksud adalah kondisi psikologis testee (orang yang mengerjakan tes) pada waktu akan mengerjakan dan ketika mengerjakan tes atau ujian. Kekhawatiran menghadapi tes atau ujian diberi label kekhawatiran karena perasaan ini sebagian besar disebabkan oleh rasa takut yang, muncul oleh imajinasi. Umumnya, rasa takut berdasarkan realitas, sementara kekhawatiran adalah rasa takut karena imajinasi atau bayangan yang tidak jelas sebabnya.

Akibatnya fisik dan emosional bisa sama. Jika seseorang “takut terbang” tetapi belum pernah terbang, orang itu bisa dikatakan memiliki kekhawatiran yang hebat. Sebaliknya jika orang itu pernah mengalami kecelakaan pesawat terbang, rasa takutnya kini didasarkan pada realitas.

Kekhawatiran menghadapi tes memiliki berbagai tingkatan, dari ringan sampai berat. Kekhawatiran bisa kronis (terjadi pada setiap tes tidak peduli seberapa penting tes itu), atau kekhwatiran akan tes bisa bersifat akut (hanya terjadi pada jenis tes atau ujian tertentu).

Kekhawatiran yang ringan dalam menghadapi tes atau ujian sebenarnya berita baik. Kekhawatiran ringan itu memacu hormon adrenalin kita sehingga menciptakan kewaspadaaan yang membuat Anda lebih terfokus dalam menyelesaikan tes atau ujian. Konsentrasi tetap tinggi pada kondisi ini.

Kekhawatiran yang berada di atas ringan adalah kekhawatiran tingkat tinggi, kekhawatiran tingkat tinggi dapat mengakibatkan otak berhenti bekerja untuk sementar. Pernahkah kita menglami kesulitan menjawab soal ketika mengerjakan tes atau ujian, tetapi setelah ujian selesai dan stes mereda, otak kita kembali aktif, jawaban itu menjadi jelas.

Jenis kekhawatiran yang berat atau hebat dalam menghadapi tes atau ujian memang tidak terlalu umum, tetapi jika kekhawatiran jenis itu menyerang dapat terjadi tekanan hebat yang secara mental dan fisik, seperti bisul, muntah-muntah, depresi yang akut. Sehingga jika Anda mengalami kekhawatiran jenis ini sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter spesialis.

C. Penyebab Kekhawatiran Menghadapi Tes

Kekhawatiran seringkali disebabkan oleh banyak hal, sehingga mungkin saja berbeda antar orang yang satu dengan yang lain. Akan tetapi pada umumnya faktor yang membuat orang khawatir adalah kurangnya persiapan yang merangsang timbulnya perasaan tidak nyaman yang berkaitan dengan sesuatu yang tidak diketahui. Bayangkan Anda berada di kelas III SMA yang akan menghadapi ujian nasional. Akan tetapi Anda tidak banyak meluangkan waktu untuk belajar. Sampai akhirnya waktu ujian tinggal satu bulan lagi. Apakah muncul perasan khawatir pada saat itu, apakah Anda stress menghadapi keadaan itu? pada umumnya ya, kita kan khawatir dan stress menghadapi ujian nasional tersebut.

Penyebabkan munculnya kekhawatiran yang kedua adalah karena kita pernah mengalami kegagalan sebelumnya. Kita selalu saja mendapatkan nilai rendah pada pelajaran matematika sehingga ketika dalam ujian nasional terdapat mata pelajaran matematika kita menjadi khawatir. Apakah kita akan dapat menghadapi ujian nasional tersebut atau tidak.

Kedua penyebab munculnya kekhawatiran itu kemudian berkembang dalam diri seseorang dan seringkali memunculkan imajinasi sendiri akan pada diri seseorang seperti :
· Menetapkan diri untuk gagal—“saya terlalu bodoh untuk mengerjakan tes atau ujian ini”.
· Mengecewakan diri sendiri— “saya tahu saya takkan pernah lulus tes atau ujian ini”.

Penyebab munculnya kekhwatiran yang akan membuat kita stress tentunya harus dapat kita kenali, sehingga kita dapat merencanakan tindakan pencegahan sehingga terhindar dari kekhawatiran yang berlebih-lebihan. Untuk mencegah/mengurangi kekhawatiran menghadapi tes dapat dilakukan dengan beberapa hal, yaitu ;

Hindari belajar kilat dan belajar secara rutin untuk mempersiapkan diri Latihan mengerjakan soal Tidur istirahat yang cukup malam sebelum pelaksanaan tes atau ujian
Makan yang cukup dan benar Bayangkan kesuksesan Motivasi lah diri Anda dengan bahasa yang positif Berolahraga

B. Persiapan Fisik

Dalam mengerjakan tes atau ujian selain faktor mental, tentunya juga dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu fisik. Akan berbeda tentunya orang yang mengerjakan tes atau ujian dalam keaadaan sehat fisiknya dan dalam keadaan sakit. Untuk itu faktor fisik ini harus juga memjadi perhatian, apabila kita ingin berhasil dalam tes atau ujian. Bayangkan Anda belajar dengan giat siang dan malam untuk menghadapi tes masuk perguruan tinggi negeri, akan tetapi pada hari pelaksanaan ujian Anda terserang sakit! Akankah Anda akan optimal mengerjakan sal-soal dalam ujian tersebut ?.
Untuk itu jauh-jauh hari sebelum hari pelaksanaan tes atau ujian kita harus mempersiapkan fisik kita sehat.

Perhatikanlah asupan makanan yang kita konsumsi. Banyaklah makan makanan yang bergizi tinggi, buah-buahan, sehingga otak kita dapat bekerja dengan baik untuk mengolah berbagai informasi ketika kita belajar. Sebuah penelitian di Institut Teknologi Massachusetts, peneliti memberikan kepada pria usia 18 hingga 28 tahun makan siang berupa daging ayam kalkun (mengandung 3 ons protein). Setelah itu mereka diminta melakukan latihan berpikir cukup rumit. Pada hari yang lain, mereka diberi makanan yang terbuat dari 4 ons tepung gandum (hampir karbohidrat murni) dan mereka diminta mengerjakan latihan yang serupa, para peneliti menemukan bahwa peserta tes mengalami penurunan kerja mental setelah memakan makanan yang berbeda. Hasil penelitian di atas rasanya cukup untuk mengingatkan kita bahwa apa yang kita makan akan mempengaruhi bagaimana kerja otak kita.

Selain memperhatikan asupan makanan, kita juga harus membiasakan berolahraga. Hal ini penting Karena dengan berolahraga tubuh kita menjadi sehat dan kuat. Dengan kondisi tubuh yang sehat tentunya kita akan lebih semangat dalam mengerjakan berbagai aktifitas kita, seperti belajar, bermain, dan lain sebagainya. Dr. Bruce Tuckman, seorang professor penelitian pendidikan di Universitas Florida mengatakan bahwa olahraga teratur meningkatkan kinerja mental. Kesimpulan itu didasarkan pada penelitiannya dimana anak-anak sekolah yang ikut serta dalam program lari pagi selama lima belas minggu mendapatkan hasil lebih baik dalam tes kreativitas dari pada anak-anak yang tidak melakukan olahraga.

E. Kekuatan Berdoa

Indonesia adalah negara dengan masyarakat penganut beraneka ragam agama. Sebagai umat beragama, tentunya kita percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan yang telah mengatur berbagi keputusan hidup kita. Sebagai manusia kita hanya dapat berusaha, tetapi Tuhan jugalah yang menentukan apa yang akan terjadi. Dialah yang menentukan berbagai rencana yang dimiliki manusia, tetapi Tuhan jugalah yang memerintahkan kita untuk berdoa meminta segala sesuatu yang kita harapkan. Dengan memanjatkan doa, menyatakan harapan, keinginan, tujuan yang hendak kita capai kepada-NYA seakan memberikan kekuatan kepada kita untuk menggapai harapan, tujuan, sebagaimana doa yang kita panjatkan. Berdoa memang agaknya sesuatu yang biasa kita lakukan, dan agaknya tampak seperti hal kecil.

Akan tetapi sesungguhnya dalam kata-kata doa yang kita panjtkan sesungguhnya di dalamnya terdapat energi yang dapat menggerakkkan diri kita untuk menggapai doa yang kita panjatkan tersebut. Jika kita akan menghadapi ujian atau tes, maka biasakanlah memanjatkan doa pada Yang Maha Kuasa agar ujian atau tes kita akan jalani dapat kita lalui dengan sukses. Percayalah, doa-doa yang kita bacakan akan memberikan energi positif pada diri kita yang akan mendorong kita untuk giat belajar, dan merasa yakin bahwa kita akan sukses dalam menjalani tes atau ujian

F. Pola dan Bentuk Soal

1. Pilihan Ganda (Multiple Choice)

Pilihan Ganda (Multiple Choice) Hampir semua pertanyaan jenis memilih,tidak memerlukan pendapat atau penafsiran. Pertanyaannya bersifat obyektif, bukan subyektif. Ini tentunya berbeda dengan jawaban essai. Dengan demikian dalam tes yang berbentuk pilihan gAnda, Anda diharuskan untuk ;
- mengingat informasi tertentu
- memikirkan jawaban terbaik
- memisahkan satu jawaban dari berbagai macam data

ketika membaca kembali sebuah pertanyaan memilih, ada tiga komponen yang perlu Anda pertimbangkan
~ Dasar (apa yang ditanyakan)
~ Opsi (pilihan-pilihan yang Anda miliki untuk menjawab pertanyan itu )
~ Diversi (serangkaian informasi yang dirancang untuk mengubah perhatian)

“Dasar” merupakan inti pertanyaan itu. Dasar itu bisa satu kata atau seluruh paragrap. Dasar untuk pertanyaan bisa pula sebuah situasi, kasus, atau skenario. Ketiga hal ini mengharuskan peserta tes segera memutuskan apa poin utama uraian tersebut. Ketika menganalisis tes pilihan ganda, Anda harus memfokuskan perhatian hanya pada dasar pertanyaan.

“Opsi” merupakan pilihan-pilihan yang Anda miliki untuk menjawab pertanyaan tes pilihan ganda. Opsi ini sering kali mengharuskan Anda menyadari jawaban yang benar di antara jawaban lain yang salah. Dalam tes pilihan ganda yang lebih kompleks, semua jawaban bisa tampak serupa atau saling melengkapi. Dalam hal ini perlu mempersempit pilihan dengan meninjau dasar pertanyaannya.

“Diversi” merupakan rangkaian informasi yang dirancang untuk mengalihkan perhatian Anda dari dasar pertanyaan. Diversi dapat berupa pertanyaan atau opsi. Agar tetap fokus, selalu kembali ke dasar pertanyaan. Berhati-hatilah pada kata-kata mutlak atau kata-kata dengan arti tetap, misalnya selalu, tidak pernah, tidak satupun, dan semua kata-kata yang bersifat mengecoh yang sebagian besar merupakan diversi. Kurang, lebih, sedikit, kadang-kadang, tidak, kecuali merupakan contoh kata-kata di mana Anda perlu berhenti dan memeriksa kembali. Jawaban bisa tampak jelas sehingga Anda melihat salah satu kata-kata ini.

2. Jawaban Singkat

Soal jawaban singkat adalah pertanyaan yang memerlukan jawaban singkat. Jawaban itu dapat muncul dalam beberapa bentuk seperti isi titik-titik, kata di tengah kalimat, melengkapi kalimat, serta definisi pertanyaan yang memerlukan jawaban singkat umumnya memerlukan ingatan yang spesifik, deklaratif atau di luar kepala. Cara terbaik mempersiapkan diri untuk jenis tes ini adalah belajar dengan kartu flash (kartu yang berisi ringkasan materi).

Baca petunjuk soal dengan teliti. Jika ada yang kurang jelas dari petunjuk itu, tanyakan pada guru atau pengawas dan minta penjelasan.Baca pertanyaan baik-baik. Dengan hanya membaca bagian pertama pertanyaan atau membaca pertanyaan sekilas, Anda bisa mengambil kesimpulan yang keliru sehingga mengakibatkan mengisi jawaban yang keliru.
Jawab hanya yang ditanyakan saja. Memberi jawaban yang terlalu banyak hanya akan membuang-buang waktu saja, lagi pula informais itu mungkin tidak diperlukan. Kecuali jika Anda piker ada dua kemungkinan atau lebih, tuliskan saja tandai pertanyaan itu, jika masih ada sisa waktu pikirkanlah kembali mana jawaban yang paling tepat. Akan tetapi jika tidak ada waktu lagi, maka guru yang murah hati akan memberi separuh nilai.

3. Essay

Sebelum mengikuti tes atau ujian yang berbentuk essay, maka Anda perlu menebak pertanyaan yang akan muncul, tuliskan jawaban Anda sebelumnya seakan Anda sedang mengikuti tes. Beri waktu sama dengan waktu Anda di kelas.
Ketika tes atau ujian berlangsung, baca baik-baik pertanyaan, jika diizinkan garis bawahi kata-kata kunci dalam pertanyaan itu. Jika pertanyaan punya banyak bagian, gunakan peta belajar untuk menyusun kembali pertanyaan dan bagian-bagiannya.
Pada tes yang berbentuk essay, guru akan mencari tiga unsur utama, yaitu ; pengetahuan Anda akan subyek, kemampuan Anda mengorganisasikan pikiran, dan keterampilan Anda dalam menulis. Untuk itu maka jawaban yang harus Anda berikan harus juga memilki tiga bagian utama, yaitu: pengantar, tubuh/isi, kesimpulan.
Pada bagian pengantar, nyatakanlah kembali atau tafsirkan pertanyaan dengan menggunakan beberapa kata dari pertanyaan. Kemudian lanjutkan jawaban Anda dengan tubuh / isi, dengan menggunakan kata-kata atau kalimat peralihan yang dapat berasal Dari pengantar. Nyatakan ide-ide Anda dengan jelas dan ringkas. Dukung ide-ide pikiran utama Anda dengan contoh atau penjelasan yang lebih kongkrit. Setelah itu nyatakan kembali ide pokok Anda secara ringkas.

G. Lakukan Latihan Yang Tepat

Setiap soal memiliki karakteristiknya sendiri-sendiri. Sehingga apabila kita sering mengerjakan soal-soal dengan pola dan bentuk yang sama kita akan menjadi terbiasa dan relatif lebih mudah mengerjakannya. Pengalaman mengikuti ujian nasional SMA, misalnya, hanya sekali kita alami, akan tetapi kita tetap dapat mengenali karakteristik soal dengan mengerjakan soal-soal sejenis tahun-tahun sebelumnya. Semakin kita sering mengerjakan soal-soal tersebut maka, semakin terlatih kita mengerjakan soal-soal pada tes atau ujian nasional tersebut. Demikian juga pada tes atau ujian di sekolah. Kita dapat memiliki pengalaman mengerjakan tes atau ujian sekolah apakah itu ulangan umum, atau tes yang lainnya dengan berlatih mengerjakan soal-soal pada periode sebelumnya. Misalnya akan ada ulangan umum pada mata pelajaran matematika di sekolah, maka pinjamlah soal-soal terdahulu dari kakak kelas untuk dipelajari dan coba mengerjakannya.

Berikan tanda pada soal-soal yang tidak dapat Anda selesaikan, carilah orang yang dapat memberikan penjelasan pada Anda misalnya guru atau kakak kelas. Setelah Anda berlatih mengerjakan soal-soal tersebut, kemudian ajaklah teman Anda untuk belajar bersama. Berikan jawaban atas soal-soal yang telah Anda kerjakan pada teman, kemudian mintalah tanggapan teman, apakah jawaban yang Anda buat sudah benar menurut teman Anda. Hal ini penting, karena Anda akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar karena melakukan hal itu. Keuntungan yang pertama adalah kekuatan Anda mengingat soal yang telah Anda kerjakan menjadi lebih kuat dengan Anda menjelaskannya pada teman. Informasi itu akan bertambah kuat dalam ingatan kita manakala informasi itu kita sampaikan pada orang lain. Keuntungan yang kedua adalah bahwa dengan Anda menceritakan jawaban Anda atas soal-soal tersebut mungkin saja disalahkan teman Anda, sehingga membuat Anda berpikir ulang, dan meninjau kembali jawaban Anda. Masalah itu mungkin saja terjadi ketika Anda mengerjakan soal pada tes atau ujian yang sesungguhnya. Kita akan lebih ingat ketika mengerjakan soal yang sejenis, kesalahan yang pernah kita buat sebelumnya tentunya akan kita ingat betul, sehingga kita dapat menjawab dengan benar pada tes atau ujian yang sesungguhnya.

H. Baca Petunjuk Soal

Pada waktu Anda mengerjakan soal-soal pada pelaksanaan tes atau ujian maka ada beberapa hal yang Anda harus perhatikan agar Anda mengerjakan soal tes atau ujian dengan baik. Pada saat-saat awal janganlah terpancing untuk langsung melihat soal dan mengerjakan soal. Anda harus membaca terlebih dahulu petunjuk pengsisian soal. Hal ini penting dilakukan agar Anda tidak menyalahi perintah dari soal tersebut. Selain itu dengan membaca secara teliti Anda menjadi lebih yakin karena tahu bagaimana akan mengerjakan soal-soal tersebut.

I. Gunakan Teknik Scanning dan Scamming

Setelah membaca dengan teliti petunjuk pengisian jawaban, maka kegiatan yang harus dilakukan adalah membaca soal dengan cepat (scamming). Membaca dengan cepat (scamming) sebenarnya biasa dilakukan apabila kita mencari nomor telepon pada buku telepon, atau mencari satu kata di kamus. Selain scamming, kita juga melihat soal secara sekilas atau scanning seperti kita membaca Koran. Kelompokkanlah soal yang telah dibaca secara cepat tadi pada kelompok soal yang termasuk sangat sulit, sulit, sedang, dan mudah.

Anda dapat mengelompokkan soal yang tidak tahu sama sekali, tidak ada bayangan bagaimana menjawabnya pada kelompok soal kelompok sangat sulit atau beri tanda SS. Untuk soal yang Anda hanya tahu sedikit dan masih sangat ragu akan kebenaran jawabannya maka masukkan ia ke dalam soal yang termasuk sulit atau beri tanda S. Untuk soal yang Anda rasa tahu dan bisa menjawabnya akan tetapi masih agak ragu apakah benar, masukkan soal tersebut dalam kelompok soal yang sedang atau Anda beri tanda SD. Sedangkan soal yang dirasa dapat Anda jawab dengan yakin benar maka masukkan ke dalam kelompok soal yang mudah atau beri tanda M. setelah semua soal diberi tanda, maka barulah isi jawaban mulai dari soal yang mudah, kemudian soal yang sedang, kemudian soal yang sulit, baru terakhir soal yang sangat sulit. Hal ini penting dilakukan karena seringkali peserta tes memulai mengerjakan tes berurut dari soal nomor 1 sampai nomor terakhir. Tentu saja peserta tes kan sangat rugi, pertama karena soal ujian atau tes biasanya memiliki tingkat kesukaran yang berbeda-beda antara soal yang satu dengan yang lain. Apalagi, soal-soal tersebut kemudian diacak dan tersebar. Jika peserta tes mengerjakan tes mulai dari nomor 1 maka bisa jadi ia mengerjakan soal-soal dengan kategori yang sulit, bahkan sangat sulit. Hal ini jelas merugikan peserta tes. Karena peserta tes akan kehabisan waktu karena mengerjakan soal yang sulit atau sangat sulit terlebih dahulu, karena bisa jadi ia mnemukan jawabnnya akan tetapi bisa jadi tidak meneukan jawabannya. Hal ini tentunya akan mebuat peserta tes kelelahan secara mental karena ia tidak dapat menjawab soal, sehingga apabila ia mendapatkan soal yang sesungguhnya mudah karena konsentrasinya sudah mulai pecah, soal yang mudah itupun akan sulit dijawab oleh peserta tes.

J. Penutup

Dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika sekolah, kuliah, akan bekerja, kita selalu dihadapkan dengan seprangkat ujian atau tes yang menjadi syarat untuk mencapai sesuatu. Untuk itu, setiap otang tentunya ingin agar mereka dapat mengerjakan tes dengan baik agar dapat mencapai apa yang mereka inginkan.
Keberhasilan menghadapi tes atau ujian tentunya harus dipersiapkan dengan baik, mulai dari sebelum tes, serta pada saat tes berlangsung. Untuk persiapan sebelum tes, meliputi persiapan mental seperti mengatur rasa khawatir yang muncul, kemudian berdoa, serta persiapan fisik seperti berolahraga, dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Sedangkan persiapan ketika tes berlangsung meliputi, latihan soal, mengenali bentuk-bentuk soal, dan mempelajari teknik-teknik mengerjakan soal seperti scamming, ataupun scanning.
Banyak orang yang mempunyai predikat sebagai orang pandai akan tetapi gagal dalam menghadapi suatu ujian atau tes. Hal disebabkan oleh faktor persiapan yang kurang baik, mereka memandang mengerjakan tes merupakan hal yang biasa sehingga tidak terlalu penting mempersiapkan diri menghadapi tes atau ujian tersebut.
Dengan mempersiapkan diri menghadapi tes atau ujian sesungguhnya membuat kita lebih yakin bahwa kita akan bisa mengerjakan tes atau ujian dengan baik. Keyakinan inilah kemudian yang menggerakkan energi yang ada pada kita untuk berupaya mengerjakan tes atau ujian dengan baik.
Sumber: http://ilmuwan.wordpress.com

Posted by: roup21 | October 31, 2008

ASPACK

ASPack is an advanced  Win32   executable file compressor, capable  of reducing  the file size of 32-bit  Windows programs by as much  as 70%. (ASPack’s  compression  ratio improves  upon the industry-standard zip  file format by as much as 10-20%.) ASPack makes  Windows 95/98/NT programs and libraries smaller, and  decrease load  times across  networks,  and  download times from  the internet;  it  also protects  programs   against reverse engineering by non-professional  hackers. Programs compressed with ASPack are self-contained  and run exactly as before, with no runtime performance penalties. It easy to used

Posted by: roup21 | October 31, 2008

Cpns BKKBN 2008

BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL
PENGUMUMAN
Nomor: 2219/KT.002/B2/2008
TENTANG
PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL BKKBN TAHUN 2008
Dalam rangka mengisi lowongan formasi CPNS Tahun Anggaran 2008, sebagaimana
ditetapkan dengan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor:
KEP/310/M.PAN/9/2008, tanggal 17 September 2008, BKKBN membuka kesempatan bagi
Warga Negara Republik Indonesia yang berminat menjadi CPNS di lingkungan BKKBN

 Pelamar datang langsung ke Kantor BKKBN Provinsi setempat disertai dengan surat lamaran sesuai yang dipersyaratkan dimulai pada tanggal 20 s/d. 30 Oktober 2008, pada saat jam kerja, dengan membawa bukti identitas diri (KTP/SIM) dan copy Ijazah  serta transkrip nilai yang dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang
Posted by: roup21 | October 31, 2008

Parameter

About Function Parameters.

1. ‘As Any’.    ‘As Any’ is used by MS to flag functions which contain parameters which can accept a string or numerical argument.  You should never use this in VB; instead create aliases such as FooByNum/FooByString.
    I have found no way to detect such parameters; LPVOID is translated ‘As Any’.   You must create the aliases when you find you need them.

2. ‘ByRef/ByVal’.   This version supplies the ‘ByRef’ or ‘ByVal’ qualifier for function declarations.   C Integers and Longs are translated as Long.   Character types are translated as Byte or String.

3. Pointers to Arrays.   Pointers to arrays are translated as the array’s datatype and passed ByRef.   Pass the first element of the array when calling the function.   Ex: “ArrayName(0)”.

4. Pointers to numbers.   In general, pointers are translated as the datatype they point to and passed ByRef.   This causes VB to create a pointer and pass it to the function.

5. Pointers to Strings.   Strings work exactly the opposite to numbers.  Pointers to strings are translated as String passed ByVal.   VB will create a pointer to the String and pass it to the function.

6. Pointers to functions.   Pointers to functions are translated as Long.   You must have a dll containing the callback function to use these functions from VB, and the dll will probably manage such calls itself.

7. Variable names.   Most C function prototypes list only the datatype of parameters.   Arbitrary names are provided for variables (x1,x2,…).    

8. Unrecognized datatypes.   If a datatype is not recognized, it is transliterated.   Check the ‘Unknown’ list or the header file if the datatype is not apparent. 

9. Hardcoded argument values.    A few functions have hardcoded argument values.   These are rendered with the C value as the datatype.  Ex: ( ‘ x as 0×16 ‘ )

Posted by: roup21 | October 31, 2008

Sys try

The world is not short of VB SysTray applications. Many use subclassing controls, which are complicated, prone to crashing and unnecessary. One of the tray form’s standard events can be re- directed to receive mouse click events over the systray. The event usually used is MouseMove. I wanted an application which encapsulated all of the functions usually required for systray applications into a single form, which can easily be included in projects. The main features required are:

* Events when the tray icon is clicked.
* A popup menu.
* The ability easily to set the tray icon and tooltip.
* The ability to intercept form resize and queryunload events.

The application works as follows:

The main application form is loaded; it loads an instance of ‘Frmsystray’. Frmsystray is initially- and remains- invisible. Frmsystray has a public form variable (FSYS) which is set to reference the main application form. This means that Frmsystray can manipulate the main form, e.g. making it visible, maximized, minimized etc. in response to mouse events.

Frmsystray also exposes:

(1) A tooltip (string) which sets the tray tooltip

(2) A ‘TrayIcon’ property. This sets the Frmsystray form icon, which in turn sets the tray icon. This may be set to a picturebox, Image, form or string.
If picturebox or image, the tray icon is set to the respective picture. If a form, the tray icon is set to the form’s icon. If a string, if “Default” (case insensitive), the FrmSysTray form icon is set alternately to the “flash1″ and “flash2″ pictures on FrmSysTray. Which it is set to is changed when a timer on FrmSysTray fires (default interval 1000 ms). This is the default behaviour. If the string is not “Default”, then it is assumed to be a picture or icon filename and it is loaded.

(3) An Interval integer. This sets the timer interval. Setting to zero disabled the icon flashing.

(4) A ‘Click’ event. This is generated whenever the tray icon is clicked, and passes a string describing what happened. By default when the right button is clicked a menu pops up which can resize the main form. When the left button is double clicked the main form is shown.

(5) A ‘TIcon’ event. This is fired whenever the tray icon is updated. It passes the FrmSysTray form, whose icon is the same as the tray icon.

(6) A MeResize procedure. This can optionally be called from the main form’s resize event. It causes the main form to be hidden when minimized, a common feature of systray applications.

(6) A MeQueryUnload procedure. This can similarly be optionally called from the main form QueryUnload event. It causes the main form’s unloading to be cancelled if unloadmode is vbFormControlMenu, i.e. if the user chose the Close command from the Control menu on the form. In that case the form is minimized and hidden. Again, this is a common feature of SysTray applications. To end the program therefore, another form unload method must be invoked, e.g. use of the Unload statement.

The example program has the FrmSysTray form, and three different example startup forms. frmMainSimple has just about the minimum code required to set a flashing icon in the tray, and does nothing else. FrmMainIntermediate has a little more functionality, uses the MeResize and MeQueryUnload procedures, and the TIcon event. frmMainComplicated exposes all of the features of the program; it allows the tray icon to be set from a form, picture or image, and to the default. The update interval can be changed, as can the tooltip. The default icons can be directly changed also. The MeResize and MeQueryUnload procedures can optionally be called.

Posted by: roup21 | October 31, 2008

A thread n Multi thread

Just because you can do something, doesn’t always mean that you should.
With the appearance of the AddressOf operator, an entire industry has developed among authors illustrating how to do previously impossible tasks using Visual Basic. Another industry is rapidly developing among consultants helping users who have gotten into trouble attempting these tasks.

The problem is not in Visual Basic or in the technology. The problem lies in the fact that many authors are applying the same rule to AddressOf techniques that many software companies apply to software in general — if you can do something, you should. The idea that the newest and latest technology must, by definition, be the best solution to a problem is prevalent in our industry. This idea is wrong. Deployment of technology should be driven primarily by the problem that you are trying to solve, not by the technology that someone is trying to sell you.

Worse yet, just as companies often neglect to mention the limitations and disadvantages of their tools, authors sometimes fail to stress the consequences of some of the techniques that they describe. And magazines and books sometimes neglect their responsibility to make sure that the programming practices that they describe are sound.

As a programmer, it is important to choose the right tool for the job. It is your responsibility to develop code that not only works now under one particular platform, but that works under all target platforms and system configurations. Your code must be well documented and supportable by those programmers who follow you on the project. Your code must follow the rules dictated by the operating system or standards that you are using. Failure to do so can lead to problems in the future as systems and software are upgraded.

Recent articles in the Microsoft Systems Journal and Visual Basic Programmer’s Journal introduced to Visual Basic programmers the possibility of using the CreateThread API function to directly support multithreading under Visual Basic. In fact, one reader went so far as to contact me and complain that my Visual Basic Programmer’s Guide to the Win32 API was fatally flawed because I did not cover this function or demonstrate this technique. This article is in part a response to this reader, and in part a response to other articles written on the subject. This article also serves, in part, as an update to chapter 14 of my book “Developing ActiveX Components with Visual Basic 5.0: A Guide to the Perplexed” with regards to new features supported by Visual Basic 5.0 Service Pack 2.

A Quick Review of Multithreading
If you are already well versed in multithreading technology, you may wish to skip this section and continue from the section titled “The Threading Contract” or “New for Service Pack 2.”

Everyone who uses Windows knows that it is able to do more than one thing at a time. It can run several programs simultaneously, while at the same time playing a compact disk, sending a fax, and transferring a file. Every programmer knows (or should know) that the computer’s CPU can only execute one instruction at a time (we’ll ignore the existence of multiprocessing machines for the time being). How can a single CPU do multiple tasks?

It does this by rapidly switching among the different tasks. The operating system holds all of the programs that are running in memory. It allows the CPU to run each program in turn. Every time it switches between programs, it swaps the internal register values including the instruction pointer and stack pointer. Each of these “tasks” is called a thread of execution.

In a simple multitasking system, each program has a single thread of execution. This means that the CPU starts executing instructions at the beginning of the program, and continues following the instructions in the sequence defined by the program until the program terminates.

Let’s say the program has five instructions: A B C D and E that execute in sequence (no jumps in this example). When an application has a single thread, the instructions will always execute in exactly the same order: A, B, C, D and E. True, the CPU may take time off to execute other instructions in other programs, but they will not effect this application unless there is a conflict over shared system resources — another subject entirely.

An advanced multithreading operating system such as Windows allows an application to run more than one thread at a time. Let’s say that instruction D in our sample application had the ability to create a new thread that started at instruction B and ran through the sequence C and E. The first thread would still be A, B, C, D, E, but when D executed a new thread would begin that would execute B, C, E (we don’t want to execute D again or we’ll get another thread).

Posted by: roup21 | October 31, 2008

Active X

     Download the ActiveX Documenter (single EXE, VB runtime and TLBINF32.DLL dependency only) (106kb). Download the ActiveX Documenter source code (157kb). Before you Begin The source code version of project requires the SSubTmr.DLL  component. Make sure you have loaded and registered this before trying the project. 

      This VB application uses TLBINF32.DLL (the one used by VB’s object browser) to investigate the interfaces of compiled ActiveX documents. It  acts as a complement to the object browser in VB, allowing you to look at object interfaces without needing to run VB or to add a reference to the      object. In addition, it produces well formated documentation for an object.

        This release allows you to:  Quickly browse an ActiveX object’s members, Copy the member definitions as fully formatted VB code to your own application, Creates a Rich Text documentation using the procedure attributes built into the ActiveX object’s Type Lib. This is a must download if you’re trying to create help files for your ActiveX objects. The next release (due in August) will be even more  powerful – you’ll be able to create Superclasses of existing ActiveX  objects, choosing where you want to delegate interfaces, and it will generate fully hyperlinked HTML documentation. View a sample RTF document created by the program (7kb). This document was  created for the Common Controls Replacement Project Browse For Folder control. 

 Installation Instructions
      There are no special requirements for installing the executable, just that you have TLBINF32.DLL and the Visual Basic runtimes installed. TLBINF32.DLL is shipped with Visual Basic 5 itself, and I do not think that there is any redistribution agreement for it, so it is not available  on this site. Please tell me if I am wrong! I have only tested the application with COMCTL32.DLL v4.72 and v5.00.05, but it should run just as happily with the one shipped with VB5. If you want the latest version but don’t currently have it, you can either download IE4/IE5 or get it here. 

      About the Code
      There’s quite a lot of source code for this project. It contains implementations of the following controls in VB:
        Common Controls Toolbar
        Common Controls Rebar
        Common Controls Tab Strip
        Common Controls Tooltip
        Rich Edit control (either version 1 or version 2)
      In addition, it uses my classes for registry access, creating Most  Recently Used (MRU) file lists and Common Dialogs. If you’re just interested in how to use TLBINF32.DLL, you will find all the code used to do it in the main form of the application. Be warned, however, there is no documentation supplied for TLBINF32.DLL so the methods I have used to get the information out were based largely on trial and error and reading the information supplied for the members in the object browser.

      Click here for documentation of TLBINF32.DLL created by ActiveX Documenter! (52kb)

      As a consequence, the code may not always take the most ‘elegant’ route (I had a code review with myself, luckily we agreed that the code was   perfectly functional and therefore any shortcuts were entirely justified in the limited development time ;-) However, it does work well with VB libraries. There seem to be two ways of using the TLBINF32.DLL, the first being to iterate through the collections to get the information (the method I used) and the second to install a callback to automatically populate listboxes and combo boxes just like in the Object Browser. I  wanted to iterate through the collections so I had the most control over formatting of the final object, but I think using the callback methods  might result in considerably neater code. I found there was quite a lot of     work involved in converted the raw results returned by the collections to get it into something like what you see in the Object Browser. For  example, consider a VB ActiveX control called cUpDown. The COM object  which is created for it looks something like this: 

           cUpDown   (CoClass)  This contains no members but is the interface you normally access  through VB.
        _cUpDown   (Class)
        This interface contains the methods and properties for the control.
        __cUpDown   (IDispInterface)
        This interface contains the events for the control.
      I found that I had to do the work manually to tie these together to get  the whole picture for a control we’re used to seeing. I think that the callback methods automatically sort out this type of formatting. 

      Anyway, I hope this is of some use to you. It has been for me – I completed all my class documentation for a large VB project at work in  about 5 minutes with it!  Suggestions, Features, Bug Reports etc  Do you have any suggestions for new features or issues with this code? Is  this application of value to you? Please Email me. I’d be very interested  to know.

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.